MATAI KULIAH

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            SIM mempunyai peranan yang sangat penting di dalam suatu organisasi karena sangat mempengaruhi terhadap maju mundurnya sebuah organisasi. Setiap organisasi baik itu organisasi yang besar maupun yang kecil pasti mempunyai sistem informasi yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan dan masalah yang terjadi pada organisasi tersebut. Sekarang ini, penerapan SIM dalam suatu organisasi pasti akan melibatkan penggunaan komputer untuk membantu mengolah data6 yang ada untuk menjadi informasi yang dibutuhkan.
            Informasi yang tepat, cepat dan akurat akan menjadikan suatu organisasi menjadi berkembang dengan pesat. Semakin besar suatu organisasi maka semakin kompleks pengelolaan sistem informasi, karena data yang diolah menjadi semakin banyak dan bervariasi. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan atau organisasi akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.
            Informasi merupakan kebutuhan utama manajemen dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi yang dikumpulkan kepadanya. Tidak disangkal lagi bahwa keberhasilan manajemen sangat dipengaruhi dan bergantung pada ketepatan informasi yang disajikan dalam bentuk laporan, dimana laporan tersebut harus memberi manfaat seoptimal mungkin dan tidak menyesatkan bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
            Manajemen membutuhkan banyak informasi agar dapat bekerja secara efisien dan efektif. Informasi yang banyak tersebut tidak mungkin seluruhnya dapat ditampung oleh manajemen. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat mendukung kebutuhan manajemen dalam mengelola suatu perusahaan/organisasi. Dengan adanya sistem informasi yang baik diharapkan ttidak adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam perusahaan/organisasi. Selain itu suatu sistem yang baik juga akan mendorong produktivitas yang tinggi dan memberikan kontribusi atas tercapainya tujuan organisasi.
            Sesuai dengan tujuannya, sistem informasi manajemen diharapkan mampu membantu setiap orang yang membutuhkan pengambilan keputusan dengan lebih tepat dan  akurat. Namun disadari bahwa dengan berbagai peran yang dimiliki dalam aktivitas yang dilaksanakannya, setiap orang berusaha untuk dapat memenuhi tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya dengan baik. Dalam usaha memecahkan suatu masalah, pemecah masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan.
1.2. Rumusan Masalah
                Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.   Bagaimanakah konsep pengambilan keputusan dalam SIM ?
2. Bagaimanakah Implementasi SIM dalam pengambilan keputusan pada lembaga    pendidikan ?

1.3. Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.   Untuk  mengetahui konsep-konsep  pengambilan keputusan dalam SIM
2.  Untuk mengetahui Implemntasi SIM dalam pengambilan keputusan pada lembaga pendidikan.



BAB II
PEMBAHASAN

1.1. Pengertian Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
     Sebelum kita membahas pengertian tentang Sistem1 Informasi2 Manajemen3 Pendidikan4, maka terlebih dahulu saya akan membahas pengertian sistem, informasi, , sistem informasi dan sistem informasi manajemen.
     Menurut I Putu Agus Eka Pratama (2014: 7)  sistem didefenisikan sabagai sekumpulan prosedur yang saling barkaitan dan saling terhubung  untuk melakukan suatu tugas bersama-sama. Secara garis besar, sebuah sistem informasi terdiri atas tiga komponen utama yakni software10, hardware11, dan brainware16. Ketiga komponen ini saling berkaitan satu sama lain.
     Software mencakup semua perangkat lunak yang dibangun dengan bahasa pemrograman tertentu, untuk kemudian menjadi sistem operasi, sistem aplikasi46 dan driver. Sistem operasi, aplikasi, driver, saling bekerjasama agar komputer dapat berjalan dengan baik.
     Hardware mencakup semua perangkaat keras (motherboard, processor, VGA, dan lainnya) yang disatukan menjadi sebuah komputer. Dalam konteks yang luas, bukan hanya sebuah komputer, namun sebuah jaringan komputer.
     Brainware mencakup kemampuan otak manusia, yang mencakup ide, pemikiran, analisis, di dalam menciptakan dan menggabungkan hardware dan software. Penggabungan software dan hardware dengan bantuan brainware inilah yang dapat menciptakan sebuah sistem  yang bermanfaat bagi pengguna (user).
     Berbicara mengenai informasi, tidak akan lepas dengan yang namanya data dan teknologi. Informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber, sehingga memberikan nilai, arti dan manfaat. Proses pengelolaan ini memerlukan teknologi. Berbicara mengenai teknologi memang tidak harus selalu berkaitan dengan komputer, namun komputer sendiri merupakan salah satu bentuk teknologi. Dengan kata lain, alat tulis dan mesin ketik pun dapat dimasukkan sebagai salah satu teknologi yang digunakan selain komputer dan jaringan komputer.
     Pada proses pengolahan data untuk dapat menghasilkan informasi, juga dilakukan proses verifikasi secara akurat, spesifik, dan tepat waktu. Hal ini penting agar informasi dapat memberikan nilai dan pemahaman kepada pengguna. Pengguna dalam hal ini mencakup pembaca, pendengar, penonton, bergantung pada bagaimana cara pengguna tersebut menikmati sajian informasi dan melalui media apa informasi itu disajikan.
     Berdasarkan definisi mengenai sistem dan informasi yang telah dijelaskan di atas, maka dapat dinyatakan bahwa sistem informasi merupakan gabungan dari empat bagian utama, yakni perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih. Keempat bagian utama ini saling berkaitan untuk menciptakan sebuah sistem yang dapat mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat.
     Dalam penerapannya, sebuah sistem informasi dapat berupa sebuah mainframe12, sebuah server dari komputer biasa, maupun hosting di internet pada sebuah komputer server. Namun tetap saja ada kesamaan  diantara ketiga penerapan berbeda ini. Kesamaannya sama-sama menggunakan sarana jaringan komputer (intranet36 maupun internet) untuk melakukan pemrosesan23 data secara bersama (terdistribusi), baik oleh beberapa pengguna maupun beberapa grup pengguna, menggunakan layanan/fitur-fitur5/aplikasi yang disertakan.
     Berbicara masalah manajemen, menurut management hierarchy dibedakan atas top management, middle management, tactical25 management, support staff dan line & staff employees. Menurut Eko Nugroho (2008: 57) menyatakan bahwa Manajemen adalah adalah suatu tim yang disusun dalam suatu organisasi untuk menjadi pengendali organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran yang hendak dicapai oleh organisasi. Manajemen di dalam organisasi biasanya dibagi ke dalam 3 tingkatan, disebut juga manajemen level26. . Pembagian ini disebabkan oleh adanya 3 macam tujuan dan sasaran yang hendak dicapai organisasi. Ketiga tingkatan tersebut adalah manajemen tingkat atas, manajemen tingkat menegah dan manajemen tingkat bawah. Masing-masing tingkatan manajemen ini mempunyai tujuan dan masalah yang berbeda karakteristiknya.
     Tujuan manajemen level atas adalah pencapaian visi dan misi organisasi. Sebagai contoh adalah sebuah perusahaan pabrik tas. Misalnya perusahaan tersebut mempunyai visi menjadi perusahaan tas yang produknya disukai masyarakat, mampu meraih profit yang baik serta mampu mensejahterakan karyawan.  Lalu misinya adalah membuat dalam bentuk perubahan strategis tas berkualitas baik dengan harga murah. Manajemen tingkat atas menghadapi masalah-masalah  yang  bersifat tidak terstruktur56 dan tidak berpola. Misalnya daya beli masyarakat, perusahaan pesaing, perusahaan pemasok, selera masyarakat, dan sebagainya.
     Sebagai Chief Information Officer (CIO)31, manajemen tingkat atas  harus mampu mengevaluasi  lingkaran luar organisasi. Lingkaran luar organisasi selalu berubah-ubah. Pengaruh dari luar dapat berupa perubahan kesempatan pasar, perubahan teknologi, perubahan politik pemerintah, perubahan situasi ekonomi yang berupa inflasi dan lain-lain, perubahan sosial, dan sebagainya. Untuk memperoleh informasi linkaran liuar organisasi , tentu saja akses  internet menjadi sebuah keharusan. Selain itu juga diperlukan perangkat lunak yang berkemampuan sebagai Decision Support System (DSS)30 seperti outlooksoft, InformationsBuilder, Knowledge Storm,  dan sebagainya. Manajemen tingkat atas juga memerlukan perangkat lunak jenis Expert System (ES-sistem pakar), karena ES mempunyai kemampuan yang lebih canggih dibanding DSS. Sebab, kinerja ES bak seorang pakar. Ilmu pengetahuan seorang pakar direkam ke dalam sebuah basis  pengetahuan (Knowledge base)24. Dengan bantuan seorang insinyur pengetahuan (knowledge engineer) makan pengetahuan sang pakar direkam kedalam sistem basis dengan bantuan sebuah mesin pengembang (development engine) . Selanjutnya seorang user dengan bantuan mesin penganalisis (inference engine) akan mencari skenario solusi masalah dengan berbasis pengetahuan pakar  yang sudah tersimpan dalam knowledge based system. DSS ataupun ES sangat diperlukan dalam mendukung pengambilan keputusan, karena keputusan yang diambil manajemen tingkat atas bersifat strategis, berdampak secara jangka panjang dan memengaruhi organisasi.
     Perubahan-perubahan yang terjadi di luar organisasi harus ditanggapi secara cerdik demi tetap tercapainya visi dan misi  organisasi. Strategi implementasi SWOT (Strength Weaknesses Opportunity Threat) harus dapat diterapkan dengan pintar agar visi dan misi organisasi tercapai.
     Tujuan manajemen tingkat menengah adalah efektivitas. Setiap organisasi harus efektif, artinya setiap organisasi harus mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak organisasi. Manajemen tingkat menengah bertugas untuk membawa dan mengendalikan organisasi menuju sasaran yang telah ditetapkan. Dalan proses pengendalian ini terdapat tahapan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Masing-masing manajer mengendalikan unit yang ada di bawahnya. Manajemen tingkat menengah menghadapi masalah-masalah yang bersifat semiterstruktur. Sebagian masalah bersifat terpola, sementara sebagian lagi tidak terpola.
     Untuk manajemen tingkat menengah, inovasi adalah alat yang efektif untuk dapat  mengambil keputusan yang tepat. Inovasi dapat dikembangkan melalui kreativitas dan pengalaman yang banyak dari seorang manajer. Menurut Mintzberg27 manajemen mempunyai tiga jenis peran sebagai berikut :
1.      Peran interpersonal
           Pada peran ini manajemen bertugas sebagai figurehead yaitu sebagai wakil organisasi dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan pihak-pihak lain. Selain itu juga sebagai leader, yang bertugas mengoordinasi, mengendalikan, memotivasi dan mendukung bawahannya, ditambah lagi tugas sebagai liaison (penghubung) yaitu penghubung senua unit kerja yang ada di bawah kendalinya.
2.      Peran Informational.
           Pada peran ini manajemen bertugas sebagai nerve centre (pusat saraf), yaitu pejabat yang bertiugas menerima, mengumpulkan dan menyebarkan informasi keseluruh bagian organisasi. Manajemen juga bertugas sebagai juru bicara organisasi.
3.      Peran Decisional.
           Pada peran ini manajemen bertugas sebagai pejabat yang mempunyai kewajiban untuk membuat keputusan. Istilah kewajiban lebih tepat daripada istilah hak. Alasannya, hak mengandung arti boleh tak dilakukan. Namun, kewajiban menyiratkan arti harus dilakukan, suka ataupun tidak suka. Di dalam pengambilan keputusan ini tercakup aspek sebagai pengalokasi sumber daya, selain itu juga sebagai pengelola gangguan (disturbance handler) dan juga sebagai negosiator bila terjadi konflik baik di dalaaupun di luar organisasi.
     Sasaran manajemen tingkat bawah adalah efisiensi. Setiap organisasi harus bekerja dengan efisien. Efisien artinya bahwa setiap penggunaan sumber daya milik organisasi dimanfaatkan secara tepat sehingga menghasilkan hasil yang maksimal. Manajemen tingkat bawah menghadapi masalah-masalah yang bersifat terstruktur. Hampir semua masalah yang dihadapi sudah mempunyai pola tetap. Itulah sebabnya tantangan manajemen pada tingkat ini adalah efisiensi.
   Lembaga pendidikan sebagai sebuah organisasi juga memerlukan sebuah sisstem informasi untuk mengelola lembaga pendidikan ini sehingga berjalan efektif dan efisien. Sistem informasi itu dikenal dengan Sistem Infomasi Manajemen Pendiikan (SIM Pendidikan). Sistem informasi manajemen (SIM) pendidikan merupakan perpaduan antara sumber daya manusia (SDM) dan aplikasi teknologi informasi dalam memilih, menyimpan, mengolah dan mengambil kembali data untuk mendukung proses pengambilan keputusan di bidang pendidikan (Rochaety, dkk,  2006).
   SIM pendidikan adalah suatu sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen pendidikan (perencanaan, pengorganisasian, influencing, dan pengawasan) dalam lembaga pendidikan. Jadi, Sistem Informasi Manajemen Pendidikan adalah sistem yang didisain untuk kebutuhan manajemen dalam upaya mendukung fungsi-fungsi dan aktivitas manajemen pada suatu organisasi pendidikan. Maksud dilaksanakannya Sistem Informasi Manajemen Pendidikan adalah sebagai pendukung kegiatan fungsi manajemen ; planning, organizing, staffing, directing, evaluating, coordinating, dan budgeting dalam rangka menunjang tercapainya sasaran dan tujuan fungsi-fungsi operasional dalam organisasi pendidikan.
     SIM pendidikan yang terpadu dan memiliki kapabilitas dalam mendukung keberhasilan dunia pendidikan yang signifikan diperlukan keseimbangan sumber daya yang tersedia antara ketersediaan SDM yang memiliki keterampilan dan mengoperasikan teknologi informasi seperti komputer dan ketersediaan dana untuk pengadaan perangkat komputer yang sudah semakin canggih.
      Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah sistem yang terintegrasi antara manusia dengan mesin yang mampu memberikan informasi sedemikian rupa untuk menunjang jalannya operasi manajemen dan fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah organisasi. Sehubungan dengan hal  itu SDM (sumber daya manusia) sebagai salah satu sumber daya organisasi harus lah selalu dikembangkan. Misalnya melalui pelatihan pegawai yang merupakan usaha untuk memperbaiki sumber daya manusia sehingga organisasi memiliki Human capital50
                Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
1.      Transaction Processing Systems (TPS)
            TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi.
2.      Office Automation43 Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
 OAS mendukung pekerja data, dimana menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan luar organisasi. KWS mendukung para pekerja profesional membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
3.      Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
4.      Decision.Support.Systems.(DSS)
DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
5.      Sistem.Ahli.(ES).dan.Kecerdasan.Buatan.(AI)
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat.bahasa.terstruktur.dan antarmuka.pengguna.
6.    Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work.Systems.(CSCW)
            Group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang.terhubung dengan jaringan.
7.      Executive Support Systems (ESS)
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.

1.2. PENGERTIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

      Secara etimologis kata decide berasal dari bahasa latin de yang berarti off dan kata caedo yang berarti to cut. Hal ini berarti proses kognitif cut off sebagai tindakan mimilih diantara beberapa alternatif kemungkinan. Ada beberapa pengertian pengambilan keputusan menurut para ahli yaitu :
1.      Max (1972), Decision Making is commanly difined as choosing from among alernatives (pengambilan keputusan merupakan pemilihan dari beberapa alternatif).
2.      Shull (1970:67) mengemukakan bahwa pengambilan keputusan merupakan proses kesadaran manusia terhadap fonumena individual maupun sosial berdasarkan kejadian faktual dan nilai pemikiran, yang mencakup aktivitas perilaku pemilihan satu atau bebrapa alternatif sebagai jalan keluar untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
3.      George R Terry dalam Igbal Hasan (2002:9), Pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
4.      S.P Siagian dalam Iqbal Hasan (2002:10), Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi  dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
Dari beberapa pengertian pengambilan keputusan di atas  dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah sebuah hasil dari pemecahan masalah, jawaban dari suatu pertanyaan sebagai hukum situasi, dan merupakan pemilihan dari salah satu alternatif-alternatif yang ada, serta pengakhiran dari  proses pemikiran tentang masalah atau problema yang dihadapi, adapun hasil dari pengambilan keputusan adalah keputusan(decision) .   Pengambilan keputusan menurut George R. Terry dalam Iqbal Hasan (2002:6) didasarkan pada lima (5) hal yaitu :
1.        Intuisi
Pengambilan keputusan yang berdasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi mengandung beberapa kebaikan dan kelemahan. Kebaikannya antara lain :
a. Waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif lebih pendek
b. Pengambilan keputusan akan memberikan kepuasan pada umumnya
c. Kemampuan mengambil keputusan dari pengambil keputusan tersebut sangat berperan.
Kelemahan  dari intuisi adalah :
a. Keputusan yang diambil relatif kurang baik
b. Sulit mencari alat pembandingnya sehingga sulit diukur kebenarannya
c. Dasar-dasar lain  dalam pengambilan keputusan seringkali diabaikan.
2.    Pengalaman
       Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis karena berdasarkan pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu serta dapat memperhitungkan untung ruginya dan baik buruknya keputusan yang akan dihasilkan. Karena pengalaman seseorang dapat menduga masalahnya walaupun hanya dengan melihat sepintas saja sudah menemukan cara penyelesaiannya.
2.        Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan  dapat lebih tinggi sehingga orang dapat menerima keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
3.        Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pemimpin terhadap bawahannya atau orang yang lebih rendah kedudukannya.
Kelebihan dari pengambilan keputusan berdasar wewenang antara lain :
 Kebanyakan penerimanya adalah bawahan
 Keputusannya dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama
 Memiliki otentisitas (otentik)

Kelemahannya antara lain :
  Dapat menimbulkan sifat rutinitas
  Mengasosiasikan dengan praktek diktatotial
        sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan meninmbul kekaburan.
5.      Rasional
Pada pengambilan keputusan ini keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu sehingga dapat dikatakan mendekatai kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan.

1.3.Sistem Informasi Fungsional Manajemen Pendidikan
            Sistem informasi fungsional manajemen pendidikan terdiri dari SIM Keuangan, SIM Operasi, SIM SDM dan SIM Pemasaran. Disamping subsitem informasi manajemen diatas terdapat sub sistem lainnya dalam proses pengambilan keputusan yaitu sistem informasi akuntansi, sistem pendukung keputusan, fakta (fenomena) yang ada dilapangan, dan pengetahuan yang harus dimiliki oleh pengambil keputusan (decision maker). Sistem informasi fungsional manajemen pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut :
1.        Sistem Informasi Manajemen Keuangan dalam Pendidikan
            Aplikasi sistem informasi manajemen keuangan digunakan untuk membantu proses pengolahan data keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan berdasarkan sistem pencatatan  yang disebut akuntasi. Kebutuhan akan sistem informasi keuangan berawal dari subsistem input yang meliputi sistem informasi akuntansi, subsistem pemeriksaan internal, dan subsistem penyelidikan keuangan. Ketiga unsur tersebut berperan sebagai data base yang berasal dari sumber internal organisasi pendidikan dan sumber lingkungan. Kemudian database diolah menjadi sub sistem output untuk dapat memperkirakan berapa besarnya anggran pendidikan yang akan dialokasikan, berapa biaya yang harus dikeluarkan dan bagaimana pola pengendalian biaya yang telah dikeluarkan, hal ini merupakan bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan keuangan atau biaya pendidikan.
2.        Sistem Informasi Manajemen Operasi dalam Pendidikan
            Menurut Lovelock (2003:31), pendidikan (education) merupakan jenis jasa yang diciptakan oleh penyedia jasa untuk disampaikan secara langsung pada pola pikir seseorang (people mind). Dari ungkapan tersebut dapat diuraikan bahwa jasa pendidikan disajikan untuk mengisi pola pikir seseorang. Oleh karena itu, operasi jasa pendidikan lebih menekankan pada bagaimana menyajikan jasa pendidikan agar dapat diterima dengan mudah oleh konsumen atau pengguna jasa pendidikan (siswa/mahasiswa).
3.        Sistem Informasi Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan
            Sistem informasi pemasaran bermanfaat untuk mengatur arus informasi pemasaran jasa pendidikan, karena tingkat persaingan jasa pendidikan saat ini sangat ketat. Terjadinya persaingan yang sanagat ketat antar jasa pendidikan merupan dampak dari banyaknya jasa pendidikan yang ditawarkan oleh penyedia  jasa. Untuk menganalisis perkembangan pemasaran jasa pendidikan, para pengambil kebijakan bidang pendidikan memerlukan informasi mengenai perkembangan maupun lingkungan pemasaran jasa pendidikan agar situasi persaingan jasa pendidikan dapat dianalisis lebih awal.
4.        Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Pendidikan
            Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Pendidikan merupakan sebuah prosedur sistematis pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan, validasi, serta pengambilan kembali data sumber daya manusia yang dibutuhkan lembaga pendidikan dalam meaksanakan kegiatan fungsi SDM dan karakteristik satuan kerja.  SIM pendidikan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan SDM pendidikan. Contoh secara umumpenyediaan data tentangjumlah tenaga kependidikan dan pendidik, dari mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi baik swasta maupun negeri.
            Dari uraian keempat sistem informasi fungsional manajemen pendidikan, menurut Lovelock (2003) tuga fungsi manajemen merupakan peran sentral dalam melayani konsumen (penggguna jasa pendidikan). Ketiga fungsi sentral manajemen tersebut dimainkan oleh manajemen operasi, manajemen SDM dan manajemen pemasaran. Karena ketiga fungsi manajemen tersebut langsung berhadapan dengan pengguna jasa pendidikan (konsumen).
            Betapa pentingnya ketiga dimensi manajemen yang harus diimplementasikan dalam sebuah organisasi. Manajemen operasi yang mengatur operasional lembaga pendidikan dan proses pembelajaran sangat erat kaitannya dengan pengadaan sumber daya manusia. Hal ini disebabkan operasional lembaga pendidikan tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang andal akan menghadapi kendala, baik kendala kompetensi, keterampilan, maupun kualitas layanan yang diberikan kepada siswa/mahasiswa (masyarakat) sebagai konsumen lembaga pendidikan. Manajemen pemasaran jasa lembaga pendidikan dengan sendirinya akan menyesuaikan dengan sistem sumber daya manusia maupun operasional lembaga pendidikan yang ada. Kalaupun penerapan strategi pemasaran sangat baik tetapi pola kerja sumber  daya manusia dan operasional lembaga pendidikan tidak berkualitas , hal itu berpengaruh besar terhadap citra konsumen (masyarakat) pengguna jasa pendidikan.


1.4. Jaringan Komputer
      Komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Jaringan komputer sudah menjadi keharusan dalam implementasi Sistem Informasi Manajemen. Oleh karena itu memahami teknologi jaringan akan sangat membantu bagi seorang ahli Sistem Informasi Manajemen.
1.4.1.      Konsep Jaringan Komputer
            Pada dasarnya ada tiga peralatan komunikasi19 data6, yaitu komputer, alat komunikasi, dan media komunikasi. Komunikasi data dalam skala besar biasanya menggunakan teknologi sistem SAN (Storage Area Network).  Teknologi ini adalah teknologi jaringan komputer non webbased. Selanjutnya, komunikasi data semakin lama semakin banyak menggunakan IP Protocol, yaitu komunikasi data secara webbased. Pada saat ini, dengan semakin berkembangnya aplikasi internet maka dikembangkan konvergensi sistem komunikasi multimedia45., yaitu data, suara, video, dan storage dengan menggunakan teknologi yang sama yaitu protocol IP (Internet Protocol). Keempat komponen ini menggunakan 4 jaringan berbeda berada dalam sebuah sistem digital dengan komunikasinya menggunakan teknologi internet. Jadi ada 3 komponen konvergensi teknologi, yaitu komunikasi, isi, dan komputasi41 (pemrosesan oleh komputer). Masing-masing berlatar belakang komponen suara, video, dan data yang secara bersama-sama disebut dengan istilah multimedia. Oleh karena fasilitas teknologi dapat menyediakan secara interaktif maka disebut multimedia interaktif.  
Data dari komputer pengirim dikodekan  oleh alat komunikasi yang disebut encoder, diubah bentuknya sehingga da pat ditransmisikan lewat media komunikasi. Sinyal yang tiba pada penerima harus dikodekan kembali ke bentuk semula dengan alat komunikasi yang berupa dekoder. Dengan demikian barulah data dapat diterima oleh komputer penerima. Ada berbagai jenis saluran komunikasi data yang digunakan sebagai media komunikasi, seperti saluran kabel tembaga ( copper wire), gelombang elektromagnetik, serat optik, ataupun gelombang mikro jaringan ISDN, dan berbagai jenis yang lain. Pertimbangan memilih media yang dipakai sangat dipengaruhi oleh faktor biaya, instalasi, perawatan, kecepatan,  serta sumber daya pendukung yang tersedia. Dalam dunia jaringan, komputer induk disebut server atau host komputer, dan komputer yang tersambung disebut workstation, terminal atau client.  Untuk membangun suatu jaringan komputer diperlukan adanya perangkat keras jaringan dan perangkat lunak jaringan.
1.4.2.      Perangkat Keras Jaringan Komputer
A.    Komputer
     Ketika seseorang memikirkan komputer, mereka sering kali memikirkan sekumpulan prosessor dan alat-alat input20 (input devices) dan alat-alat output21 (output devices)44. Komputer mainframe12 terbesar dan personal komputer di meja memiliki arsitektur15 yang serupa. Inti dari sebuah komputer adalah  prosesor. Meskipun prosesor sebuah komputer biasanya melakukan tugas satu per satu, fakta menunjukkan bahwa lebih dari satu orang pengguna akan terlihat bekerja menggunakan komputer dalam waktu yang bersamaan, hal ini dikenal dengan istilah multitasking29.
     Perangkat keras minimal yang dibutuhkan untuk membentuk jaringan antara lain adalah komputer ditambah perangkat khusus jaringan yang berupa untai (circuit) Antar Muka Jaringan (Network42 Interface Card) yang berguna untuk menghubungkan komputer pokok dengan sistem jaringan yang ada, lalu  media transmisi, serta biasanya akan sangat bermanfaat bila ada Hub49 dan Repeater.
B.     Peralatan Komunikasi
     Peralatan komunikasi merupakan peralatan untuk menyelenggarakan proses komunikasi. Peralatan ini terdiri atas beberapa  jenis antara lain : modem17, hub atau switch, repeater, bridge, router59,  dan gateway.
C.     Media Transmisi
     Unjuk kerja jaringan banyak dipengaruhi oleh media transmisi data sehinga diperlukan pemahaman sifat masing-masing jenis media. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media :
·         Biaya,
·         Kemudahan instalasi,
·         Jarak jangkauan
·         Tingkat keandalan transmisi
·         Kecepatan transmisi
·         Topologi jaringan yang dirancang
1.4.3.      Perangkat Lunak Jaringan
           Agar dapat menjadi suatu jaringan komputer, perangkat keras jaringan harus dikendalikan oleh perangkat lunak jaringan, yaitu :
o   Protokol40, adalah perangkat lunak pokok pengatur jaringan.
o   Perangkat lunak client, adalah penghubung server dengan workstation.
          Program aplikasi, yang sering digunakan antara lain program aplikasi basis data, pengolah kata, spreadsheet, penyampaian pesan elektronis, GIS33 , DSS, framework55 dan aplikasi grafis. Luar biasanya kecanggihan teknologi jaringan sekarang GIS dapat memberi informasi geografis suatu daerah untuk keperluan rencana tata ruang dengan bantuan citra satelit18. Framework berarti kerangka kerja, merupakan  kumpulan fungsi (libraries) atau dapat diistilahkan sebagai koleksi atau kumpulan potongan-potongan program yang disusun atau diorganisasikan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk membantu membuat aplikasi yang utuh tanpa harus membuat semua kodenya dari awal.
1.4.4.      LAN dan Intranet (Ethernet dan Internet)
           LAN51 merupakan singkatan dari Local Area Network. Intranet36 pun sebenarnya berarti jaringan lokal. LAN biasanya merujuk ke sistem jaringan lokal berbasis protokol IPX (internetwork Packet Exchange), sedangkan Intranet adalah jaringan lokal yang berbasis TCP/IP (Transaction Control Protocol/Internet Protocol). Contoh sistem jaringan LAN antara lain adalah Ethernet48. Intranet yang menggunakan protokol TCP/IP akhirnya populer demgan sebutan Internet. Internet sebenarnya adalah intranet pada skala internasional. Apabila intranet digabung dengan intranet lain milik perusahaan yang sama maka sebutannya adalah Extranet37
1.4.5.      Interkoneksi Jaringan
           Bila suatu jaringan komputer bergabung dengan jaringan komputer yang lain  makasebutannya adalah interkoneksi jaringan. Bila sebuah LAN bergabung dengan LAN yang lain maka sebutannya adalah WAN52 (Wide Area Network). WAN merupakan jaringan yang menghubungkan banyak komputer yang tersebar pada wilayah geografis yang luas. WAN umunya  adalah sebuah sistem jaringan milik sebuah organisasi/perusahaan yang menggunakan sistem ethernet. WAN mirip dengan Extranet , dapat mencakup antarkota bahkan antar benua.
Berbagai jenis layanan  yang ada di internet sekarang ini antara lain :
a.       World Wide Web38 (WWW), adalah suatu file yang asal mulanya harus dibuat dengan bahasa HTML (Hypertext39 mark up Linguage). File WWW ini biasanya disebut situs Web (web site).
b.      Electronic Mail, biasa disingkat e-mail28, e-learning35, e-commerce34
c.       File Transfer Protokol (FTP), pelayanan ini memberikan fungsi pemindahan dan pengambilan data atau file dari komputer remote dan komputer lokal.
d.      Telnet, pelayanan ini merupakan perluasan dari konsep yang digunakan pada sistem komputer timesharing konvensional yang banyak dipakai untuk sistem komputer besar.
e.       Ghoper, pelayanan ini memungkinkan seseorang menelusuri (browsing) informasi yang terdapat pada komputer remote tanpa harus membaca langsung file-file yang tersimpan di dalamnya.
f.       Archie, merupakan pelayanan secara otomatis yang memungkinkan seseorang menemukan informasi khusus pada komputer remote.
g.      Operator telekomunikasi
h.      Komunikasi audio dan video
1.5. Perkembangan Sejarah Komputer
Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dan silinder magnetik untuk penyimpanan data. (http://www.sejarah-komputer.com/)
      Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.
      Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji.
      Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini. (http://www.sejarah-komputer.com/)
      Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini.
      Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) dan juga sistem aplikasi yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer. (http://www.sejarah-komputer.com/)
      Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas:  mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.
      Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang prototype7 sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukuran setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer.
      Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.
   Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut mini komputer, dijual dengan paket piranti lunak(software) yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.
   Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC)13 untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop14 computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
   IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
   Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. (http://www.sejarah-komputer.com/)
   Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa ulang58 yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kemajuan di bidang desain dan teknologi komputer merupakan penyumbang terbesar bagi percepatan transformasi22 ilmu dan teknologi.
           Untuk mempermudah manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer, para perancang antarmuka manusia dan komputer berharap agar sistem komputer yang dirancangnya dapat bersifat akrab dan ramah dengan penggunanya (user friendly47).  User Friendly sendiri memiliki pengertian kemampuan yang dimiliki oleh software atau program aplikasi yang mudah dioperasikan, dan mempunyai sejumlah kemampuan lain sehingga pengguna merasa betah dalam mengoperasikan program tersebut, bahkan bagi seorang pengguna pemula, disamping itu adapula istilah WYSIWYG (what you see is what you get) dan yang pasti adalah untuk mengurangi frustasi, ketidakamanan, dan kebingungan pada pengguna. Oleh karenanya ada beberapa kriteria dalam User Friendly yaitu memiliki tampilan yang bagus, mudah dioperasikan, mudah dipelajari, dan pengguna selalu merasa senang setiap kali menggunakan software tersebut.
     Sitem kerja komputer pada zaman ini digunakan untuk internet, ethernet, intranet dan ekstranet. Dalam penggunaannya seringkali melanggar  hak privasi60 seseorang. Oleh karena itu diperlukan peraturan yang mengatur dan melindungi hak- hak privasi ini. Pemerintah Indonesia sangat memperhatiakan hak-hak ini dengan dikelurkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik  yang dikenal dengan UU-ITE32. UU ini sebagai langkah  mengantisipasi semakin  berkembangnya  pemanfaatan TIK dalam berbagai transaksi dan dunia usaha. UU ini diharapkan akan memberikan jaminan keamanan data (data security57), keyakinan, kerahasiaan dan kenyamanan dalam pemanfaatan transaksi ITE ini. Juga dengan UU-ITE akan mencegah dan mengamankan data dari virus8 dan spyware9 yang merupakan masalah  serius.  Spyware tidak bersifat berbahaya karena tidak dikirimkan ke komputer untuk menghentikan kerja komputer atau untuk mencuri informasi yang sensitif.. Sebaliknya, virus dibuat untuk menghancurkan atau mencuri informasi pada komputer dan menyebabkan komputer menjadi tidak berguna. Beberapa orang percaya bahwa hacker membuat virus agar menjadi terkenal ketika sejumlah besar komputer terinfeksi. Hacker adalah orang yang mengakses komputer yang tidak berhak,  tetapi tidak melakukan perusakan. Sedangkan Cracker53 adalah orang yang membobol sistem komputer untuk tujuan perusakan.
   Dalam era ini juga sudah berkembang alat untuk penyimpanan data seperti disk cd dan USB flash drive54
















BAB III
PENUTUP

3.1.  Kesimpulan
            Pengambilan keputusan merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan organisasi. Salah mengambil keputusan dapat berakibat pada organisasi yang dapat dirasakan langsung dan mempengaruhi pengambilan keputusan dimasa datang. Pengambilan keputusan merupakan proses identifikasi berbagai alternatif solusi terhadap permasalahan organisasi. Sistem informasi manajemen menyediakan informasi setiap orang untuk pengambilan keputusan dengan lebih tepat dan akurat dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh organisasi.
            Sistem informasi fungsional manajemen pendidikan menurut Lovelock(2003) ada empat (4) yaitu SIM  Keuangan dalam pendidikan, SIM Operasi dalam pendidikan, SIM Pemasaran dalam pendidikan dan SIM SDM  dalam pendidikan. Dari ke empat sistem informasi fungsional tersebut tiga fungsi merupakan peran sentral dalam melayani konsumen (pengguna jasa pendidikan). Ketiga fungsi sentral tersebut dimainkan oleh manajemen operasi, manajemen SDM dan manajemen pemasaran         .
            Komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Oleh seaba itu kepiawaian seoerang PTK lembaga pendidikan menggunakan komputer adalah suatu keharusan.
3.2. Saran
Itulah beberapa keterangan tentang peranan sistem informasi manajemen pendidikan. Diharapkan kita sebagai pekerja dunia pendidikan bisa mengaplikasikan sistem informasi manajemen pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mempermudalah dalam menata administrasi sekolah.



DAFTAR PUSTAKA
Agus Eka Pratama, I Putu (2014). Sistem Informasi dan Implementasinya. Informatika, Bandung
Nugroho eko  (2008). Sistem Informasi Manajemen Konsep, Aplikasi &    Perkembangannya. Penerbit Andi,  Yogyakarta,
McLeod, Jr, Roymond; Schel, George P. (2011) . Sistem informasi Manajemen, edisi 10. Salemba Empat, Jakarta Selatan.
Rochaety, Eti, Rahayuningsih, Pontjorini, Gusti Yanti, Prima (2003). Sistem Informasi Manajemen. Bumi Aksara, Jakarta
Siagian, Sondang (2006). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
Sutanta, Edhy (2003) Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta:PT.Graha Ilmu.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar